Sabtu, 14 April 2012

Sejarah Kain Sari



Kalau ditanya apa oleh2 dari India, maka pastilah kain sari akan menempati urutan pertama dalam survey. Sari atau saree atau shari adalah jenis kain yang dipakai wanita di negara India,
Bangladesh, Nepal, dan Sri Lanka. Kain sari berupa pakaian yang terdiri dari helaian kain yang tidak dijahit, variasinya beragam dengan panjang 4-9 meter yang dipakaikan di badan dengan bermacam-macam gaya.
Menurut millionlooks.com, dahulu kala kain sari terdiri dari dua bagian. Satu dipakai di sekeliling pinggul dan yang satunya disampirkan di bagian depan untuk menutupi dada dan bahu. Namun, sekarang kain sari yang dikenakan terdiri dari satu bahan saja sepanjang 5-9 meter dan lebar 1 meter. Sari tersebut yang dililitkan di pinggang, dengan ujungnya yang disangkutkan dari bahu ke punggung belakang.[1] Sari biasanya dipakai menutupi petticoat atau baju bagian dalam (pavada/pavadai di India Selatan, dan shaya India Timur), dengan blus choli atau ravika. Choli memiliki lengan yang pendek dan leher yang rendah untuk mengadaptasikan warga Asia Selatan dengan musim panasnya yang sangat panas
Pakaian khas wanita dari India ini bahkan sudah banyak diadaptasi menjadi trend mode berpakaian wanita masa kini, tidak hanya untuk wanita India saja. Kini kain sari bukan hanya sekedar pakaian tradisional Asia Selatan, tetapi juga menjadi simbol keanggunan perempuan wanita. Emang sih, menurut pendapatku seorang gadis atau wanita menjadi kelihatan lebih anggun dan terhormat bila memakai pakaian sari. Uniknya, di India hampir semua wanita menggunakan pakaian sari untuk bekerja ke kantor, jarang sekali yang menggunakan pakaian kasual seperti di Indonesia.

Filosofi kain sari pun juga teresapi dalam warnanya. Bahkan, warna-warna kain sari tertentu hanya boleh digunakan orang tertentu, contohnya : seorang janda hanya boleh menggunakan kain sari berwarna putih tanpa motif dan aksesori lain. Sementara untuk pernikahan digunakan kain sari merah dengan hiasan benang emas.
Umumnya di toko2 dan di pasar kain sari dijual dengan harga 250 rupee hingga 1000 rupee (1 rupee = Rp 198). Namun di supermarket atau plaza mungkin akan lebih mahal. Dan harga akan mahal bila tipe kain sarinya sangat berkualitas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar