Sabtu, 14 April 2012

Sejarah Kimono

Kimono (bukan seperti yang dikira om Airos), tidak mendapat pengaruh dari pakaian tradisional Korea. Namun, kimono mengambil inspirasi dari pakaian tradisional Cina, “Hanfu” (Hanfu = han (suku han) fu (pakaian) -> hanfu = pakaian suku han). Kimono modern seperti yang kita lihat pada zaman sekarang sudah mulai dilihat sejak zaman Heian (sekitar tahun 800).

Kimono biasanya dibuat dari sutera jepang yang di-print dengan teknik “Yuzen”. “Yuzen” maksudnya teknik cetak berulang – jadi, pattern dari kimono itu sebenarnya diulang2 (sejenis monogram). Banyak orang yang mengira bahwa kimono itu dilukis dan satu kimono itu mengandung satu lukisan, tapi sebenernya salah.
Menurut beberapa sumber, Kimono pada zaman dahulu harus dilepaskan bagian per bagian untuk dicucinya dan dijahit dan disambung kembali waktu mau dipakai, tapi perkembangan zaman telah mengeliminasi kebutuhan ini.
Penjelasan Kimono
———————-
- kimono terdiri dari berbagai jenis, dari yang formal ke yang casual.
- Tingkat formalitas dan status pemakai kimono dibedakan dari warna, bentuk, dan pattern motif kimononya. Wanita yang belum menikah biasanya memakai kimono indah yang berlengan panjang (bahkan panjangnya sampai ke lantai), bermotif ramai, dan berwarna cerah. Sedangkan wanita yang sudah menikah bisasnya memakai kimono yang berlengan pendek, bermotif sepi, dan berwarna agak gelap. Untuk pria, biasanya kimono yang dipakai berwarna kusam (biru tua, coklat tua. dsb).
- Formalitas kimono juga ditentukan dengan banyak / sedikitnya asesoris, banyak / sedikitnya jumlah “Kamon” (lambang keluarga), dan bahan kimononya. Kimono dari sutera adalah yang paling mahal dan paling formal, dan kimono katun lebih kasual. Sekarang, bahkan banyak kimono dari bahan polyester.
- Kimono asli jepang biasanya mahal sekali, rata2 harganya rp. 100 juta sepotong untuk kimono kelas atas. Kimono lengkap (kimono + nagajuban + obi + tabi + geta) bisa harganya mencapai 200 juta. Tapi, kimono biasa jauh lebih murah, sekitar 20 – 50 juta sepotong. Kalo dari pengalaman gw sih – nyokap gw waktu dia umur 20-an pernah ke Jepang dan beli kimono sederhana dari sutra dan harganya sekitar Rp. 30 juta (tanpa geta + tabi), dan terakhir kali gw ke jepang (tahun 2003), harga kimono di Ginza rata2 560,000 yen atau sekitar 50 juta.
- Acuan membeli kimono: kimono apa kek yang harganya dibawah 20 juta sepotong, artinya itu kimono palsu atau kelas rendahan sekali. Gw tahun lalu ke Cina dan ngeliat di Guangzhou banyak dijual kimono – kimono palsu yang harganya cuma 1 – 2 jutaan satunya, dan kualitasnya amat sangat jelek. Hindari juga membeli kimono dari online merchant yang gak jelas / dari dBay karena kebanyakan kimono palsu alias made in china / USA.

1 komentar: